BELAJAR E-VOT DENGAN ITS

Pada tanggal 16 September 2016, Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan belajar e-vot di Institut Teknologi Surabaya sebagai persiapan dalam menghadapi pemilu raya untuk pemimpin organisasi mahasiswa Universitas Negeri Malang periode 2017.

Hal-hal yang dapat dipelajari dari ITS adalah sebagai berikut:

  1. DPM ITS secara struktur sama dengan DPM UM, yang membedakan di ITS selain mengawasi dan mengontrol kegiatan, tetapi juga memberikan sanksi bagi ormawa yang melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Kendala yang dihadapi saat melaksanakan e-voting antara lain:

  1. Kurangnya partisipasi mahasiswa dikarekan kurangnya sosialisasi, sehingga pada waktu itu dilaksanakan 2 cara pemilihan yaitu elektronik dan manual.
  2. Dropnya jaringan pada saat dilaksanakan e-voting sehingga hal tersebut mengganggu pelaksanaan pemilu.
  3. pelaksanaan pemilu dilakukan berbasis ruang dan aplikasi sehingga mahasiswa tetap dibuat repot untuk datang ketempat pemilihan.
  4. Terdapat peretas yang mengganggu sistem e-voting sehingga mengganggu dalam perhitungan suara.
  5. Aplikasi yang di hak paten oleh pemilik (kakak kelas), sehingga pada pemilihan akan datang ITS mungkin akan melaksanakan pemilu dengan menggunakan pemilihan manual.

Untuk menanggapi hasil tersebut diatas, pada tanggal 27 September 2016 diadakan rapat yang diselenggarakan Wakil Rektor III untuk membahas Universitas Negeri Malang. Hasil rapat tersebut WR III UM mengharapkan bahwasannya pelaksanaan pemilu raya tahun ini harus dilaksanakan dengan e-vot dan serentak, hal tersebut didukung dengan kerjasama DPM UM dengan bidang kemahasiswaan dan PTIK UM.